
NASIB TERAKHIR...!!!!
Minggu-minggu ini memang jadi ajang pertaruhan terakhir tim-tim
di Eropa. Nasib mereka semua banyak ditentukan partai terakhir. Lalu bagaimana nasib para idolaku di Liga Itali, Inggris dan Spanyol? Berikut ulasannya.
Di Lega calico, sejak dari dulu aku pegang Inter Milan, teringat kenangan buruk saat pertama suka bola tahun 1997, gelar scudetto Inter direbut oleh Juventus. Saat itu inter masih diperkuat Ronaldo, Djorkaeff, D. Simeone dan lain-lain. Mereka terjungkal di 2 pekan terakhir oleh Juventus. Memory 1997 terulang lagi di 2003, kali ini lebih tragis karena Inter harus rela duduk di peringkat 3 klasemen akhir. Tahun ini bayangan memory buruk kembali ada. Namun berkat 2 Gol “Ibracadabra”, Inter sukses merengkuh gelar Scudetto yang ke 16. Puas deh..!! Apalagi si Milan Cuma berhasil meraih tiket UEFA. Semoga tahun depan bisa dapat gelar UCL seperti MU tahun ini.
Di Premier League, MU sebagai kandidat utama juara dan tentu saja jagoanku masih tetap digdaya. Hampir selalu tertinggal arsenal sampai tengah musim, mereka menujukkan mempunyai mental “lebih” dari arsenal. Mungkin Arsenal masih butuh beberapa tahun agar para pemainnya mempunyai mental juara. Itupun kalau para pemain gak pada hengkang. Semoga si Helb jadi pindah ke Inter. He…3x Rival terberat MU ternyata datang dari Chelsea, bahkan mereka mesti memainkan laga terkhir untuk memastikan gelar. Di Inggris, MU masih yang terkuat.
Di Spayol, si Real Madris yang berhasil merengkuh gelar juara. Kalau yan gini bukan jagoanku. Aku masih tetap pegang Barcelona. Mengusung “fantastic Four” pada awal musim, barca menargetkan kembali UCL yang sebelumnya pernah mereka raih. Namun factor Ronnie yang menurutku menjadi boomerang. Dia suka mabok-mabokan dan pulang malam. Akibatnya pihak klub member “peringatan” yang tidak diindahkan. Well, tidak ada lagi pengumpan hebat karena Deco sering terhibat dengan cederanya. Btw semoga tahun depan bisa jadi Juara ya….










yach aku tak pernah kelain hati...tetep liverpool.......
kalo aku juga tak pernah ke lain hati, tapi tiap liga beda..
makanya saat MU ketemu Barca di Final aku bingung pilih mana.. :)